Rabu, 25 November 2015


A.      Pengertian Perusahaan Dagang

Perusahaan Dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya membeli barang dengan tujuan menjualnya kembali tanpa memprosesnya lebih dulu. Contoh-contoh perusahaan dagang antara lain Toko, Supermarket, Grosir, Pusat-pusat Perbelanjaan, Perusahaan Ekspor-Impor dan lain-lain.

B.      Ciri-ciri Perusahaan Dagang

1.      Pendapatan utamanya berasal dari penjualan barang dagangan ;

2.      Biaya utamanya berasal dari harga pokok barang yang terjual dan biaya usaha lainya ;

3.      Dalam akuntansinya terdapat akun persediaan barang ;

4.      Sebagai perantara antara produsen dan konsumen ;

5.      Antara barang yang dibeli dan barang yang dijual tidak ada perubahan ;

6.      Tujuan utamanya mencari laba dengan menjual barang dengan harga lebih tinggi dibanding harga belinya.

C.      Ciri – ciri khas Akun Perusahaan Dagang adalah sebagai berikut :

1.      Akun Pembelian (D)
Terjadi karena perusahaan membeli barang dagang dengan tujuan dijual kembali. Pembelian ini dapat dilakukan dengan pembelian tunai, kredit dan sebagian pembayaran.
2.      Akun Penjualan (K)
Terjadi karena perusahaan menjual barang-barang dagang yang diperoleh dari pemasok bertujuan untuk memperoleh laba. Penjulan dilakukan dengan cara tunai, kredit dan dengan sistem uang muka yang sisanya dapat diangsur dengan syarat pembayaran dan syarat penyerahan. Dasar pencatatannya dengan faktur jika kredit dan bukti penerimaan kas jika tunai.
3.      Akun Potongan Pembelian (K)
Terjadi karena penjual memberikan potongan kepada pembeli, dengan tujuan agar pembeli melunasi utangnya sebelum jatuh tempo. Selama masih dalam masa potongan, maka utang yang dibayar adalah harga faktur dikurangi denagan potongan yang diterima.

4.      Akun Potongan Penjualan
Merupakan pencatatan atas potongan yang diberikan oleh penjual bertujuan agar tagihannya dapat segera dilunasi. Jadi, jumlah yang diterima oleh penjual sebesar jumlah tagihan dikurangi potongan yang diberikan.
5.      Akun Rektur Pembelian
terjadi karena pembeli mengembalikan senagian barang yang telah dibeli atau sebagian rusak dan tidak sesuai pesanan. Jika dibeli secara tunai maka penjual akan memgembalikan besarnya retur dengan tunai juga. Tetapi jika secara kredit maka besarnya retur akan mengurangi harga fakturnya.
6.      Akun Retur Penjualan
Terjadi karena penjual menerima kembali sebagian barang yang telah dijual karena mutunya tidak sesuai pesanan. Pengembalian ini akan mengurangi tagihan kepada pembeli.
7.      Akun Biaya Angkut
Terjadi ketika pembeli harus membayar ongkos agar barang yang dibeli samapai kegudang pembeli. Dengan demikian harga perolehanya terdiri dari harga beli barang ditambah beban angkutnya.
8.      Akun Biaya Pengiriman
Terjadi karena penjual mengirim barang dari penjual sampai ditempat pembeli, karena pada saat transaksi jual beli telah dicantumkan dalam syarat penyerahan bahwa penjual menanggung ongkos kirim.
9.      Akun Persedian
Merupakan nilai persediaan barang dagangyang belum terjual pada akhir periode akuntansi.
10.     Akun Utang Dagang
Terjadi karena masih terdapat sisa pembayaran dari suatu pembelian oleh suatu perusahaan dagang.
11.     Akun Piutang Usaha
Digunakan untuk mencatat sisa-sisa harga pembelian yang dilakukan oleh pembeli atau semua sisa harga penjualan yang belum dibayarkan.
12.     Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)
Untuk menapung harga pokok/harga beli barang yang dijual dalam suatu periode akuntansi.

·      Format harga pokok barang yang dibeli

Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian
Rp……….
Rp………. +        Rp……….
Rp………. –
Pembelian bersih
Ditambah beban angkut pembelian   Rp……….
Rp………. +
Harga pokok barang yang dibeli        Rp……….

·      Format pokok penjualan

Persediaan barang dagangan (awal Periode)

Pembelian
Retur pembelian
Potongan pembelian

Rp……….
Rp……….           Rp……….

Rp……….
Pembelian bersih (hasil pembelian – Retur + Potongan)
Beban angkut  Rp………
RP……… +

Harga pokok barang yang dibeli

Barang dagangan tersedia unuk dijual
Persediaan barang dagangan (akhir periode)

Rp………

Rp………
Rp……… –

Harga poko penjualan
Rp………

13.     Akun Prive
Adalah akun yang digunakan untuk mencatat setiap pengambilan kas yang dilakukan oleh pemilik perusahaan yang sifatnya untuk keperluan pribadi.
14.     Akun Pendapatan Usaha
Digunakan untuk mencatat hasil dari penjualan perusahaan, yang berupa kas ataupun piutang.
15.     Akun Persedian Barang Dagang
Digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang awal dan akhir periode. Akun ini juga menjelaskan tentang perubahan modal antara awal sampai dengan akhir peride.


D.     KARAKTERISTIK PERUSAHAAN DAGANG


a.      Macam – Macam Perusahaan Dagang

v  Pedagang Besar (Whole Saler) adalah pedagang yang membeli barang dari pabrik kemudian menjualnya kepada pedagang kecil.

v  Pedagang Kecil (Retailer) adalah pedagang yang membeli barang dari pedagang besar kemudian menjualnya kepada konsumen.

b.      Kegiatan Usaha / Operasional meliputi :

v  Membeli barang dagangan

v  Menyimpan barang dagangan sebelum dijual

v  Menjual barang dagangan

c.       Pendapatan Usaha/ Operasinal
      Yang merupakan pendapatan usaha dari perusahaan dagang adalah penjualan barang dagangan, sedangakan pendapatan yang diperoleh dari luar usaha dagang disebut pendapatan diluar usaha.

d.      Beban Utama

v  Harga pokok barang dagangan yang telah laku dijual

v  Beban usaha/operasional terbagi 2, yaitu beban penjualan, dan beban umum dan administrasi

e.   Transaksi Perusahaan Dagang
v  Pembelian

v  Biaya angkut pembelian

v  Retur pembelian dan pengurangan harga

v  Potongan pembelian

v  Penjualan

v  Retur penjualan dan pengurangan harga

v  Potongan penjualan

v  Pengeluaran

v  Penerimaan

v  Syarat pembayaran dan penyerahan barang

f.        Syarat Penyerahan Barang

v  FOB Shipping Point
Free Onboard Shipping Point berarti pembeli harus menangung biaya pengiriman barang dari gudang penjual kegudangnya sendiri.
v  FOB Destination Point
Free Onboard Destination Point berarti penjual yang harus menanggung beban.
v  Cost, Freight and Insurance
Berarti penjual harus menanggung beban pengiriman dan asuransi kerugian atas barang yang di jualnya.

g.      Syarat – Syarat Pembayaran

v  n/60 artinya pembeli hanya diberi waktu kredit selama 60 hari

v  2/10, n/30 artinya pembeli hanya diberi waktu kredit selama 30 hari, dan bila dapat membayar paling lambat 10 dari tanggal jual beli akan diberi potongan 2%

v  EOM artinya pembeli hanya diberi waktu kredit paling lambat aakhir bulan

v  N/5, EOM artinya pembeli diberi waktu kredit sampai 5 hari setelah akhir bulan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya.

E.      PENCATATAN TRANSAKSI AKUNTANSI

A.      Jurnal Umum
Adalah alat untuk mencatat transaksi perusahaan yang dilakukan secara kronologis (berdasarkan waktu terjadinya) dengan menunjukan rekening yang harus didebet dan dikredit beserta jumlah rupiahnya masing – masing.
Pencatatan transaksi kedalam jurnal umum
1.   Pembelian barang dagang

a.   Pembeli
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp…….
Kas (K) Rp…….

b.   Pembelian kredit
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp……
Utang Dagang (K) Rp…

2.   Biaya Angkut Pembelian
Dikeluarkan untuk ongkos angkut barang dagangan yang dibeli
Dijurnal dengan :
Biaya Angkut Pembelian (D) Rp…….
Kas (K) Rp…….

3.   Retur Pembelian dan Pengurangan Harga (PH)

4.   Potongan Pembelian

a.   Pembelian tunai
Dijurnal dengan :
Pembelian (D) Rp……..
Kas (K) Rp…….
Potongan Pembelian (K) Rp…….

b.   Pembelian kredit
Dijurnal dengan :
Utang Dagang (D) Rp……..
Kas (K) Rp……..
Potongan Pembelian (K) Rp…….
5.   Penjualan

a.   Penjualan tunai
Dijurnal dengan :
Kas (D) Rp……..
Penjualan (K) Rp…..

b.   Penjualan kredit
Dijurnal dengan :
Piutang Dagang (D) Rp……..
Penjualan (K) Rp……..

6.   Retur Penjualan

a.   Penjualan tunai
Dijurnal dengan :
Retur Penjualan (D) Rp…….
Kas (K) Rp…….

b.   Penjualan  kredit
Dijurnal dengan :
Retur Penjualan (D) Rp…….
Hutang Dagang (K) Rp……..

7.   Potongan Penjualan
a.   Potongan penjualan tunai
Dijurnal dengan :
Potongan Penjualan (D) Rp…….
Kas (K) Rp…….

b.   Potongan Penjualan kredit (dapat terjadi bersamaan dengan penerimaan piutang)
Dijurnal dengan :
Kas (D) Rp…….
Potongan Penjualan (D) Rp…….
Piutang Dagang (K) Rp……

B.   Jurnal Khusus
Adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi – transaksi keuangan yang sejenis yang sering kali terjadi sesuai dengan urutan waktu terjadinya.
Macam – Macam Jurnal Khusus
1.   Jurnal Khusus Pengeluaran Kas
Adalah pegeluaran uang dari Kas untuk kegiatan perusahaan. Misalnya Pembayaran Atas Pembelian Tunai, Pembayaran Utang dan Pembayaran Beban.

Contoh :
-       1 Des perusahaan membayar atas pembelian pada bulan Nov kepada CV. Panuntun Mulia Rp. 1.500.000,-
-       10 Des, dibeli barang secara tunai dari Fa. Seruni Semarang Rp. 5.000.000,-
Dijurnal dengan :
Des 1   Utang dagang (D) Rp. 1.500.000,-
Kas (K) Rp. 1.500.000,-

Des 10 Pembelian (D) Rp. 5.000.000,-
Kas (K) Rp. 5.000.000,-

2.   Jurnal Khusus Penerimaan Kas
Adalah penerimaan uang dari hasil kegiatan perusahaan. Misalnya Penerimaan Atas Penjualan Tunai, Penerimaan Utang dan Penerimaan Pendapatan.

Contoh :
-          5 Des perusahaan menjual secara tunai kepada Toko Serba Ada 100 Cengkeh @ Rp.45.000,-
-          15 Des, diterima dari Fa. Sapu Jagad atas pelunasan utangnya Rp. 3.000.000,
Dijurnal dengan :
Des 5   Kas (D) Rp. 4.500.000,-
Penjualan (K) Rp. 4500.000,-

Des 15 Kas (D) Rp. 3.000.000,-
Piutang Dagang (K) Rp. 3.000.000,-

3.   Jurnal Khusus Penjualan
Digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan dengan syarat kredit, yaitu penjualan menimbulkan hak tagihan kepada pelangan.

-     Tgl 2 Dijual barang dagang kepada Firma “Arjuna” yaitu : 50 unit binder @ Rp12.000 dan 150 unit
   Drawing pen @ Rp8.000 dengan syarat 2/10, n/30.
Jurnal:
Piutang Dagang(debit)                        Rp. 1.800.000
Penjualan(kredit)                    Rp. 1.800.000

4.                  Junal Khusus Pembelian
Digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan dengan syarat kredit, yaitu pembelian menimbulkan kewajiabn atau utang kepada pemasok.


Nama Perusahaan Dagang
Tgl 1 Perusahaan membeli barang dagang dari PT. AXC yaitu 100 unit A01 @ Rp10.000 dan 300 unit A02 @
   Rp5.000 secara kredit,syarat 2/10,n/30.

Jurnal:
Pembelian(debit)        Rp. 2.500.000
Utang Dagang(kredit)    Rp. 2.500.000
5.                  Jurnal Umum
Jurnal umum diperusahaan dagang ini hanya dipakai untuk transaksi retur
-Retur Penjualan-
Pada tanggal 7 Juni 2011 perusahaan menerima kembali barang yang telah dijual kepada PT Andalas sebesar Rp 200.000 karena rusak, secara tunai.
Transaksi tersebut akan dicatat dalam jurnal umum sebagai berikut:


                                                      D                                  k         
7/6  Retur Penjualan                  Rp 200.000                 -
                           Kas                                          -           Rp 200.000
-Retur Pembelian-
Contoh 2:
Pada tanggal 8 Juni 2011 perusahaan menerima kembali barang yang telah dijual kepada PT Pesantren Baru sebesar Rp 500.000, secara kredit. Transaksi diatas akan dicatat oleh perusahaan dalam jurnal umum sebagai berikut:
                                                 D                                       k         
8/6  Retur Penjualan          Rp 500.000                       -
                           Piutang Dagang               -                  Rp 500.000


Keterangan :
(D) = Penulisan dikolom Debet
(K) = Penulisan dikolom Kredit

C. Sistem Persediaan Barang Dagang
1.         Sistem Persediaan Periodik
          Tidak memberikan catatan yang kontinyu mengenai barang dagang yang dibeli dan dijual
          Persediaan dihitung sekurang – kurangnya satu tahun sekali
          Digunakan untuk barang yang relatif tidak mahal

2.         Sistem Persediaan Perpetual
          Memberikan catatan yang kontinyu mengenai barang dagang yang dibeli dan dijual
          Persedian dihitung sekurang – kurangnya satu tahun sekali
          Digunakan untuk setiap jenis barang.



A. Pengertian Jurnal Khusus

Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi-transaksi yang terjadi secara berulang-ulang. Dan jurnal khusus biasanya dirancang untuk mencatat transaksi tertentu secara khusus. Misalnya transaksi penerimaan tunai dicatat pada satu buku harian, pembelian kredit dicatat pada suatu buku harian dan seterusnya. Sehingga kapan saja informasi diperlukan, jurnal khusus dapat memberikan informasi secara cepat dan tepat.
Pengertian transaksi adalah suatu aktifitas perusahaan yang menimbulkan perubahan terhadap posisi harta keuangan perusahaan, misalnya seperti menjual, membeli, membayar gaji, serta membayar berbagai macam biaya yang lainnya
Fungsi jurnal khusus
1.      Meringankan pekerjaan karena mudah diposting ke Buku besar
2.      Memungkinkan dilakukannya pembagian kerja
3.      Menghemat biaya dan tenaga
4.      Pengendalian internal bisa dilaksanakan dengan baik

Manfaat penggunaan jurnal khusus:
o   Memungkinkan pembagian pekerjaan
o   Memudahkan pemindahbukuan ke buku besar
o   Memungkinkan pengendalian intern yang lebih baik
o   Memudahkan pencatatan dengan sistematis
o   Lebih efektif dan efisien
o   Pemrosesan data lebih cepat


B. Jurnal khusus terdiri dari 5 macam yaitu :
1.      Jurnal Pembelian(Purchases Journal): Jurnal untuk mencatat transaksi pembelian secara kredit. Pada akhir periode, jurnal pembelian akan diposting ke dalam buku besar dengan mendebit akun pembelian dan mengkredit akun utang dagang. Buku tambahan yang dibuat untuk membantu mencatat dalam jurnal ini adalah buku utang dan buku persediaan.
Keuntungan Jurnal Pembeli:
§  Memudahkan dalam pencatatan transaksi
§  Mudah mencarinya, karena transaksi yang ada dijurnal ini hanya memuat tentang transaksi pembelian, jadi jika transaksi dalam suatu perusahaan itu banyak, mudah untuk menemukannya, tinggal cari dijurnal pembelian.
Jika jurnal pembelian hanya digunakan untuk mencatat pembelian barang dagangan secara kredit dapat berbentuk sebagai berikut:
Jurnal pembelian                                                                     Halaman…………
Tanggal
No
Faktur
Keterangan
Syarat
Pembayaran
Ref
Jumlah
1)
2)
3)
4)
5)
6)
Keterangan;
  1. Kolom tanggal untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi pembelian.
  2. Untuk mencatat nomor faktur atas pembelian barang dagangan.
  3. Tempat mencatat nama dan alamat kreditur, darimana perusahaan membeli barang dagangan tersebut.
  4. Untuk mencatat syarat pembayaran sebagaimana tercatum dalam faktur, misalnya 2/10,n/30
  5. Tempat memberi tanda ( v ) setelah jumlah tersebut dipindahkan kerekening-rekening buku besar pembantu yang sesuai.
  6. Tempat mencatat jumlah rupiah sesuai dengan yang tercatat dalam faktur.
Jika jurnal pembelian digunakan untuk mencatat semua pembelian secara kredit, baik untuk barang dagangan maupun lain-lain, maka disediakan kolom untuk rekening-rekening yang sering berulang terjadi, sedangkan untuk rekening yang jarang terjadi disediakan kolom serba-serbi, sehingga bentuknya dapat sebagai berikut:
Jurnal Pembelian                                                                                         Halaman ………
Tanggal
No. Faktur
Keterangan
Syarat
Pemba-yaran
Ref
Debet
Kredit
Pembe- lian
Perleng – kapan
Serba Serbi
Utang
Dagang
Ref
Rekening
Jumlah
Keterangan :
Jika terjadi pembelian barang yang kolomnya sudah tersedia maka pencatatannya dilakukan sebagai berikut :
–   Mencatat tanggal kejadian, nomor faktur dan syarat pembayaran pada kolom yang
     tersedia.
–  Mencatat nama dan alamat kreditur pada kolom keterangan.
–  Mencatat jumlah rupiah pada sisi debet di kolom rekening yang sesuai dan pada sisi
    kredit pada kolom utang dagang.
Jika terjadi pembelian barang secara kredit sedangkan kolomnya tidak tersedia secara khusus, maka nama rekening dan jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi, dan selanjutnya jumlahnya dicatat pula pada sisi kolom utang dagang.
Contoh :
Perusahaan dagang Nurani dalam bulan maret 1991 mencatat transaksi-transaksi berikut, yang berhubungan dengan pembelian secara kredit :
2 Maret            : Dibeli barang dagang dari pt. Agung dengan harga Rp. 750.000,00 syarat
                          pembayaran 2/10, n/30.
9 Maret            : Dibeli secara kredit dari toko merapi, perlengkapan toko seharga Rp.
                           125.000,00.
12 Maret          : Dibeli dari PD. Rinjani barang dagang seharga Rp. 1.500.000,00 syarat
                           pembayaran 2/10, n/60.
15 Maret          : Dibeli barang dagang dari toko Muria dengan syarat pembayaran 1/10, n/30
                           seharga Rp. 900.000,00.
18 Maret          : Dibeli secara kredit dari toko Bromo perlengkapan toko seharga Rp.
                           250.000,00.
25 Maret          : Dibeli peralatan untuk kantor dengan harga Rp. 750.000,00.
Jika jurnal pembelian berfungsi untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit saja, maka transaksi-transaksi diatas dicatat sebagai berikut :
Jurnal Pembelian                                                                                         Halaman :
Tanggal
Keterangan
Syarat pembayaran
Ref
Jumlah
Maret
2
12
15
PT. Agung
PD. Rinjani
Toko muria
2/10, n/30
2/10, n/60
1/10, n/30
Rp.    750.000,00
Rp. 1.500.000,00
Rp.    900.000,00
Rp. 3.150.000,00
Jurnal Umum                                                                                               Halaman :
Tanggal
Rekening dan Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Maret
9
18
25
Perlengkapan
Utang dagang, Toko
Merapi
Perlengkapan
Utang dagang, Toko
Bromo
Peralatan
Utang dagang, Toko
Merapi
Rp.   125.000,00
Rp.   250.000,00
Rp.   750.000,00
Rp.   125.000,00
Rp.   250.000,00
Rp.   750.000,00
Jika jurnal pembelian dipakai untuk mencatat pembelian secara kredit, baik untuk barang dagang maupun lain-lain, maka pencatatannyasebagai berikut :
Jurnal Pembelian                                                                                          Halaman :
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Utang
Pembelian
Serba Serbi
Utang
Dagang
Rekening
Jumlah
1991
Maret
2
9
12
15
18
25
PT. Agung
Toko Merapi
PD. Rinjani
Toko Muria
Toko Bromo
Toko Merapi
750.000,00
1.500.000,00
900.000,00
125.000,00
250.000,00
Peralatan
750.000,00
750.000,00
125.000,00
1.500.000,00
900.000,00
250.000,00
750.000,00
3.150.000,00
375.000,00
750.000,00
4.275.000,00

2.      Jurnal Pengeluaran Kas: Jurnal untuk mencatat transaksi pengeluaran kas yang akan diposting di sebelah kredit akun kas dan potongan pembelian.
Adapun transaksi-transaksi  yang dapat dicatat pada jurnal pengeluaran kas adalah:
·         Pembelian barang dagang secara tunai
·         Pembelian barang lainnya seperti: perlengkapan, peralatan dan lain-lain secara tunai
·         Pembayaran utang
·         Pengambilan uang untuk keperluan pribadi (prive)
·         Pengeluaran tunai lainnya

Jurnal pengeluaran kas dapat berbentuk sebagai berikut :
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Utang
Pembelian
Serba Serbi
Kas
Potongan
Pembelian
Ref
Rekening
Jumlah
Penjelasan:
Transaksi yang kolomnya sudah tersedia, pencatatannya dilakukan sebagai berikut:
  1. Mencatat tanggal,nomor bukti, pada kolom yang tersedia.
  2. Mencatat nama dan alamat debitur atau keterangan lain yang bersangkutan dengan transaksi, pada kolom keterangan.
  3. Mencatat jumlah disisi debet pada kolom rekening yang sesuai dan sisi kredit kolom kas.
Transaksi yang kolomnya tidak tersedia, pencatatannya dilakukan seperti diatas, namun untuk nama rekening dan jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi.
Kolom kas untuk mencatat jumlah uang yang dibayarkan sedangkan kolom potongan pembelian untuk mencatat jumlah potongan atas pembayaran utang karna melunasi dalam masa potongan.
Contoh:
Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan pengeluaran kas sebagai berikut:
1 Maret            : Dibeli tunai barang dagang dari toko Ciliwung seharga Rp.  650.000,00.
4 Maret            : Dibeli dari toko Cisadane mesin tik untuk kantor dengan harga Rp. 
                           475.000,00.
5 Maret            : Dibayar utang kepada toko Merpati sebesar Rp.  250.000,00.
7 Maret            : Dibeli tunai barang dagang dari toko citarum dengan
Harga………………………………….          Rp.  500.000,00
Rabat 10%…………………………….          Rp.    50.000,00 –
Dibayar per kas                                                Rp. 450.000,00
11 Maret          : Dibayar utang kepada PT. Agung sebesar Rp.  720.000,00 dengan
    memperoleh potongan tunai 2%.
13 Maret          : Dibeli kertas tik, karbon, clip secara tunai dengan harga Rp.  125.000,00.
20 Maret          : Dibayar lunas faktur toko Muria tanggal 15 Maret yang lalu sebesar Rp. 
  900.000,00 dengan potongan tunai 1%.
30 Maret          : Dibayar gaji kariyawan Rp.  500.000,00.
Pencatatannya dalam jurnal pengeluaran kas adalah sebagai berikut:

Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit

Utang
Pembelian
Serba Serbi
Kas
Potongan
Pembelian

Ref
Rekening
Jumlah

1991
Maret
1
4
5
7
11
13
20
30
Pembelian tunai
Mesin tik
Toko Merapi
Pembelian tunai
PT. Agung
Kertas tik,karbon, clip
Toko Muria
Gaji karyawan
250.000,00
720.000,00
900.000,00
650.000,00
450.000,00
peralatan
perlengk.
Beban gaji
475.000,00
125.000,00
500.000,00
650.000,00
475.000,00
250.000,00
450.000,00
705.000,00
125.000,00
891.000,00
500.000,00
14.400,00
9.000,00
1.870.000,00
1.100.000,00
1.100.000,00
4.046.600,00



  1. Jurnal Penjualan (Sales Journal): Jurnal untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit. Pada akhir periode, jurnal penjualan diposting ke dalam buku besar dengan mendebit akun piutang dagang dan mengkredit akun penjualan. Buku tambahan yang dibuat adalah buku piutang dan buku persediaan.

Jurnal penjualan dapat berbentuk sebagai berikut:
Jurnal Penjualan                                                                                          Halaman : …..
Tanggal
No. Faktur
Keterangan
Syarat pembayaran
Ref
Jumlah
1)
2)
3)
4)
5)
6)
Keterangan:
  1. Tempat mencatat tanggal terjadinya transaksi.
  2. Tempat mencatat nomor faktur.
  3. Diisi dengan nama debitur beserta alamatnya.
  4. Tenpat mencatat syarat pembayaran, misalnya 2/10, n/30.
  5. Untuk memberi tanda (v) jika jumlah tersebut sudah dipindahkan kebuku besar pembantu piutang.
  6. Untuk mencatat jumlah sesuai dengan yang terdapat pada faktur.
Contoh:
Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi    penjualan    barang dagang secara kredit sebagai berikut:
5 Maret            :Dijual kepada toko Sumba barang  dagang dengan harga Rp. 650.000,00
                        syarat pembayaran 2/10, n/30 No. Faktur 021.
8 Maret            : Faktur No. 013 dikirimkan kepada toko Melati atas penjualan barang seharga
  Rp. 800.000,00 syarat pembayaran 1/10,n/60.
21 Maret          : Dijual kepada toko Sawu barang dagang dengan harga Rp. 1.200.000,00
               syarat pembayaran 3/10, n/30 No. Faktur 014.
28 Maret          : Dijual kepada toko Mawar barang dagang seharga Rp. 600.000,00 syarat
                           pembayaran 2/10, n/30. No. Faktur 015.


Pencatatannya dalam jurnal penjualan:
Jurnal Penjualan                                                                                    Halaman :
Tanggal
No. Faktur
Keterangan
Syarat pembayaran
Ref
Jumlah
Maret
5
8
21
28
012
013
014
015
Toko Samba
Toko Melati
Toko Sawu
Toko Mawar
2/10, n/30
1/10, n/60
3/10, n/30
2/10, n/30
Rp.   650.000,00
Rp.   800.000,00
Rp.1.200.000,00
Rp.   600.000,00
Rp.3.250.000,00

  1. Jurnal Penerimaan Kas: Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan uang tunai. Pada akhir periode, jurnal penerimaan kas akan diposting di sebelah debit akun kas dan potongan penjualan. Oleh karena itu sumber pencatatan dalam buku jurnal tersebut pada umumnya terdiri atas kuintansi (lembar dua atau fotocopy) dan copy nota kontan.
Jenis transaksi penerimaan uang yang sering terjadi  pada perusahaan dagang secara umum sebagi berikut:
Penjualan barang dagang secara tunai yang analisisnya:
-debet : kas
-Kredit : penjualan
Penerimaan piutang usaha tanpa memberikan potongan, yang analisisnya:
-debet : kas
-kredit  : piutang usaha
Penerimaan piutang usaha dengan memberikan potongan:
-debet : - kas
            - potongan penjualan
Jurnal penerimaan kas dapat berbentuk sebagai berikut:
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Kas
Potongan Penjualan
Piutang
Penjualan
Serba serbi
Ref
Rekening
Jumlah
Penjelasan:
Transaksi yang kolom rekeningnya sudah tersedia, dicatat tanggal kejadianya pada kolom tanggal , nama atau keterangan lain pada kolom keterangan, sedangkan jumlahnya dicatat di sisi debit pada kolom kas, dan sisi kredit pada kolom yang sesuai.
Transaksi yang kolom rekeningnya tidak tersedia, jumlahnya dicatat pada kolom kas disisi debet dan nama rekening serta jumlahnya dicatat pada kolom serba-serbi.
Kolom kas untuk mencatat uang yang diterima, sedangkan kolom potongan penjualan untuk mencatat jumlah potongan yang diberikan karena pelunasan piutang dalam masa potongan.
Setiap transaksi paling sedikit dicatat dalm dua kolom, yaitu satu kali di sisi debet dan satu lagi disisi kredit.
Contoh:
Perusahaan dagang Nurani dalam bulan Maret 1991 mencatat transaksi-transaksi yang berhubungan dengan penerimaan kas sebagai berikut:
6   Maret          : Dijual tunai kepada toko Toba barang dagang dengan harga Rp. 475.000,00.
8   Maret          : Diterima dari toko Mawar sebesar Rp. 350.000,00.
14 Maret          : Diterima dari toko Sumba pelunasan faktur tanggal 5 Maret sebesar Rp.
   625.000,00 dengan potongan tunai 2%.
16 Maret          : Dijual barang dagang secara tunai kepada toko Tondano seharga Rp.
   250.000,00.
19 Maret          : Diterima dari toko Melati pelunasan faktur tanggal 8 Maret 1991 sebesar Rp.
  800.000,00 .
21 Maret          : Diterima uang sewa sebagian ruangan sebesar Rp. 250.000,00.
22 Maret          : Diterima dari toko Sawu Rp. 625.000,00 sebagai pelunasan utangnya.
26 Maret          : Dipinjam uang dari BNI 1946 uang sebesar Rp. 2.000.000,00.
Pencatatan dalam jurnal penerimaan kas adalah sebagai berikut:
Jumlah Penerimaan Kas                                                                                          Halaman : 05
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Kas
Potongan Penjualan
Piutang
Penjualan
Serba serbi
Ref
Rekening
Jumlah
1991
Maret
6
8
14
16
19
21
22
26
Penjualan tunai
Toko Mawar
Toko Samba
Penjualan tunai
Toko melati
Sewa ruangan
Toko sawu
Pinjaman Bank
475.000,00
350.000,00
611.500,00
250.000,00
800.000,00
250.000,00
625.000,00
2.000.000,00
13.500,00
350.000,00
625.000,00
800.000,00
625.000,00
475.000,00
250.000,00
Pendapatan sewa
Utang Bank
250.000,00
2.000.000,00
5.361.500,00
13.500,00
2.400.000,00
725.000,00

  1. Jurnal Umum (General Journal): Jurnal untuk mencatat transaksi yang tidak dapat dibukukan ke dalam jurnal pembelian, jurnal penjualan, jurnal penerimaan kas, dan jurnal pengeluaran kas.
Contoh:
4 maret 1991   : Dikirim  Nota Debet kepada PT. Agung sehubungan dengan
    pengembalian barang dagangan yang dibeli karena tidak sesuai
   dengan mutu pesanan, sebesar Rp. 30.000,00.
7 Maret 1991   : Diterima kembali dari toko Sumba barang dagangan sebesar Rp.
                           25.000,00 karena rusak.
Pencatatannya dalam Jurnal Umum                                                        Halaman : 03
Maret
4
Utang Dagang PT.Agung
Rp 30.000,00
Retur Pembelian
Rp 30.000,00
7
Retur Penjualan
Rp 25.000,00
Piutaang Dagang, Toko Sumba
Rp25.000,00